GMKI Minta Copot Kapolresta Manado

Manado - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Manado meminta  Kapolresta Manado AKBP Suprayitno untuk di copot dari jabatannya.

Alasannya, Kapolresta Manado tidak mampu menjaga keamanan saat demo GMKI yang berujung ricuh, bahkan diduga ada oknum polisi anak buah Kapolresta yang melakukan penganiayaan saat demo GMKI.

Ketua GMKI Manado Hizkia Sembel mengatakan, untuk Kapolresta Manado sudah menyampaikan statmen ke Kapolda Sulut, bahwa Kapolresta Manado harus dicopot dari jabatannya.

"Karena beliau baru beberapa bulan menjabat sebagai kapolresta Manado tapi sudah terjadi pertumpahan darah di Kota Manado," tegas dia usai bertemu Kapolda Sulut.

Menurut dia, Dia (Kapolresta) tidak pantas memimpin Kota Manado yang punya budaya yang baik, agama yang baik dan pluralisme yang baik. Kedepan kalau dia masih menjabat sebagai Kapolresta bisa saja akan terjadi pertumpahan darah yang lebih besar di Kota Manado.

"Kami akan mengawal mengevaluasi apa yang sudah disampaikan ke Kapolda. Jika ini tidak berjalan dengan baik kami akan turun dengan aksi yang lebih besar, itu sudah disampaikan ke Kapolda Sulut," jelasnya.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung menegaskan, pihak Polda Sulut dan Polresta Manado introspeksi, diharapkan juga GMKI bisa introspeksi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak inginkan.

"Mengenai kejadian kemarin, kita tegas siapa yang salah baik dari anggota yang arogan ditindak, mahasiswa juga jika melakukan pengrusakan lakukan proses hukum. Tidak membeda-bedakan. Tapi itu ada proses pemeriksaan saksi-saksi dan pembuktian-pembuktian," terang dia.

Warga Kota Manado Yudi berpendapat, Kapolresta Manado yang batu mungkin bisa belajar dari Kapolresta Manado yang lama yakni, Kombes Pol Rio Permana Mandagi.

"Pak Rio saat Kapolres jika ada demo selalu ada di tempat kejadian perkara (TKP) dan seluruh demo di Kota Manado tidak terjadi kekacauan. Mungkin, jika saat demo GMKI Kapolresta berada di tempat saya yakin tidak akan seperti ini dan oknum polisi takut untuk memukul para pendemo," terang dia.

Dia menambahkan, kiranya Kapolresta Manado bisa lakukan introspeksi diri untuk tugas yang akan dilakukan di Kota Manado. "Bisa turun langsung ke TKP jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di Kota Manado. Intinya, ambil contoh ke Kapolresta Manado yang lama," pungkas dia.(tim)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini