Langkah Dini Polda - Pemprov - DPRD Sulut Terkait Penculikan Anak



MANADO - Warga Sukut kini resah dengan isu aksi penculikan anak dengan berbagai modus.
Pihak DPRD Sulut dan Polda pun akhirnya mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat mencegah kemungkinan terjadi penculikan anak serta meyakinkan warga bahwa pihak kepolisian selalu siaga.

Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito menepis soal penculik anak banyak berkeliaran di Nyiur Melambai.

“Dimana? Baru mau mencoba, kan gak jadi, nanti kita tingkatkan patroli pencegahan dan Babinkamtibmas sambil di koordinasikan dengan TNI," tegas Bambang disela-sela kegiatan  kunjungan keTetempangan Hill (Puncak Tetempangan) Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Senin (20/3/2017) kemarin.

Ditempat yang sama, penegasan juga disampaikan oleh wakil ketua DPRD sulut Wenny Lumentut. Dimana ia meminta agar keamanan dilingkungan warga ditingkatkan.

“Lebih mawas lagi dan proaktif. Daerah lain sudah terjadi sementara daerah kita masih mau mencoba-coba. Jadi, tingkatkan pengamanan. Dan bagi pelaku lebih baik tidak mencoba lakukan tindakan itu di Sulut, sanksi hukumnya sangat berat,”tegas Lumentut.

Dilain tempat, Gubernur Sulut Olly Dondokambey tegaskan telah melakukan koordinasi Polda Sulut bagaimana dengan pengamanan ini.

"Makanya, tahun depan kita akan lebih banyak mobil patroli dijalan dan APBD juga akan kita ditambah agar bisa menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Gubernur Olly.

Selain itu, kata Gubernur Olly di15 kabupaten kota yang belum memiliki Polres tahun depan akan dipacu siapkan Polres baru untuk pengamanan wilayah tersebut,.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sulut Jenny Mumek minta agar mengerahkan personil kepolisian turun ke jalan, terlebih di lokasi yang bisa terjadinya penculikan anak.

"Instansi terkait dalam hal ini pihak kepolisian agar bisa menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat Sulawesi Utara. Mohon maaf yah, polisi kebanyakan lebih suka duduk di kantor saja, apa salahnya dikerahkan semua turun lapangan menangani keresahan masyarakat. Terlebih kami sebagai seorang ibu, sangat resah jika anak kami harus beraktifitas diluar rumah tanpa ada jaminan keamanan," ujar Mumek.

Terkait kabar yang beredar pelaku penculikan diduga berpura-pura kurang waras dan berlagak seperti gelandangan maupun pengemis, Mumek meminta instansi terkait untuk ikut turun mengawasi bahkan menertibkan.

"Memang bukan kewenangan dari Komisi I, tapi dalam hal ini Dinas sosial maupun instansi terkait harus kerja ekstra dalam menertibkan para Gepeng yang mulai banyak berkeliaran. Apalagi kalau modus penculikannya seperti itu," pungkas politisi PDIP ini.(Obe)







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini