Tangkal Eksodus ISIS Filipin, Kordi Komisi I DPRD Sulut Anjurkan Ini

 

MANADO - Perang yang terjadi di Kota Marawi Filipina antara pasukan ISIS dan Militer setempat, mengharuskan kesigapan seluruh Komponen di Sulut.

Mengingat Presiden Filipina Rodrico Deturte lakukan serangan besar-besaran menghabisi  pemberontak abu sayyaf yg ada di Filipina.

Sulut sebagai provinsi yang terdekat dengan negara Filipin hanya dengan 5 jam dengan angkutan laut, dikhawatirkan akan jadi dampak eksodus para pemberontak.

 

Koordinator (Kordi) Komisi I yang membidangi Politik dan Pemerintahan Wenny Lumentut (WL) yang juga Wakil Ketua DPRD Sulut minta seluruh komponen melakukan antisipasi dan tangkal bersama.

"Semua kemungkinan akan adanya eksodus diduga akan mengungsi ke negara tetangga, karena kepulauan yang berbatasan dengan negara tersebut untuk  pebih siaga. Kepulauan Sangihe Talaud hanya beberapa jam jaraknya dari Mindanau Filipina dan bisa berlanjut ke Bitung, Manado serta kota lain," tegas politisi Gerindra ini.

Ditegaskan WL, Polda Sulut telah menurunkan seratus personel anggota Brimob untuk menjaga perbatasan yang ada di Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud. Dalam apel pelepasan dengan sandi Operasi Aman Nusa Tiga, Senin (29/5) di Markas Komando Polda Sulut.

"Polda Sulut ini perlu antisipasi kiat preventif yang harus didukung masyarakat, laporkan jika ada yang mengetahui, melihat, mendengar atau dicurigai di lingkungan masing-masing, jangan memberikan kesempatan bagi mereka yang merongrong keamanan Sulut,"tandasnya.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini