RPJMD Turun 22 Persen, Pansus Nilai Tumandoek Cs Permalukan Olly Dondokambey



MANADO - Akhiri 2017 dan memasuki 2017, Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama DPRD Sulut lewat Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Target RPJMD 2016-2021.

Dalam pembahasan kesekian kalinya, Rabu (4/10/2017) Pansus kembali meminta tim RPJMD Pemprov Sulut merevisi target kinerja dan kebutuhan pendanaan yang terdapat dalam RPJMD konten 2017.

Menurut anggota Pansus, Teddy Kumaat progres hitungan target pendapatan anggaran tahun berjalan ini jauh dari ekspaktasi alias menurun sampai 22 persen.

"Apa yang dirancang RPJMD pada awal tahun 2016, tahun ini mengalami penurunan drastis. Penurunan ini dapat dimaklumi jika keadaan ekonomi sedang kolaps atau dalam keadaan krisis ekonomi tapi ini malah sebaliknya,"katanya.

Lanjut menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan, penurunan target ini justru tindakan permalukan gubernur Olly Dondokambey telah melakukan berbagai lobi anggaran dari pusat.

"Gubernur sudah dipermalukan, lobi anggaran pusat cukup besar masuk ke Sulut. Sebaiknya tim RPJMD melakukan pembahasan lagi dan mengkoorsinasikan dengan pak Gubernur," tegas Kumaat.

Penegasan juga disampaikan oleh anggota Pansus lainnya, Amir Liputo. Dimana menurut Liputo target pendapatan harusnya menunjukan grafik kenaikan.

"Ingat, dalam RPJMD itu berjalan untuk lima tahun. Kalau target justru menurun bagaimana dapat mencapai program jangka 5 tahin kedepan," kata Liputo.

Pimpinan Rapat Pansus RPJMD Adriana Dondokambey sepakat dan memutuskan agar tim RPJMD Pemprov dibawah kepemimpinan Ricky Tumandoek selaku kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut untuk berkoordinasi dengan tim dan Gubernur.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini