PT Tropika Cocoprima Tak Kantongi Amdal


MINAHASA - Dampak lingkungan dari hasil pembuangan Limbah PT.Tropika Cocoprima sudah sangat meresahkan warga desa sekitar khususnya De-sa popontolen kec Tumpaan kab minahasa selatan dari pantauan akhir pekan sabtu (13/01/2018) hasil limbah perusahaan tersebut di buang ke aliran sungai desa popontolen,sehingga limbah dari perusahan tersebut mencemarkan pada air sungai desa popontolen sehingga ikan-ikan di sungai sudah tercemari beracun dan tidak bisa lagi di komsumsi masyarakat serta mengeluarkan bau tidak sedap dan sangat menyengat,menyebabkan ISPA pada beberapa warga.

Dari hasil tim investigasi media ini PT cocoprima yang sudah beroprasi sejak 1998 ini belum mengantongi ijin Analisis nampak lingkungan ( AMDAL ) setalah media ini bertemu dengan kepala pimpinan pabrik Bpk Mr Lito yang beberapa waktu lalu di ruang kerjanya menggatakan bahwa kami sudah memiliki semua ijin yang di perlukan dan sudah lengkap tetapi kalau ijin Amdal memang kami belum punya,ujar mr Lito ini.

Setalah media ini menybanggi salah satu warga desa poponten yang tinggal di tepi aliran sungai mengatakan sudah sanggat resah dari pembuangan limbah tersebut oleh PT cocoprima.seperti yang terjadi pada pada Joike Sumual (40 thn,)sudah menjadi korban limbah perusahaan ini,dan kini menderita luka yg tak kunjung sembuh pada bagian tubuhnya,dan juga ungkap ibu Nova mamanua (40 thn) warga desa popontolen jaga dua kepada media ini,hal juga di katakan ibu setevi umar pada media ini bahwa sudah ada ternak sapi yang jadi korban(mati) akibat mengkomsumsi air sungai yang sidah di cemari limbah oleh buangan PT cocoprima,semoga pemerintah dalam hal ini dinas terkait dapat menulusri dan memperhatikan dampak langsung akibat pembuangan limbah. Dan kepala dinas lingkungan hidup roy sumangkut kepada media ini menggatakan akan langsung meninjak lanjuti laporan tersebut terkait masalah limbah.

Peliput Biro Minsel : Stanley Tumbel

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini