HMI MPO Manado Demo Mapolda


Manado – Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Manado, menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (25/5/18) siang.

Sambil membentangkan spanduk dan selembaran, massa mengutuk keras tindakan represif aparat Polda Metro Jaya kepada para aktivis HMI MPO Jakarta, saat berlansung demonstrasi refleksi 20 tahun reformasi, Istana Negara.

“Demonstrasi adalah bagian dari ekpresi menyatakan pendapat, yang keberadaan dijamin dalam negara demokrasi, jangan sekali-kali memasung hal itu dengan tindakan represif,” buka Arman Soleman, salah satu orator aksi, saat massa tiba didepan gerbang Mapolda Sulut.







Korlap Aksi, Ifan Umanahu mengatakan aksi kekerasan oknum kepolisian terhadap rekan mereka di Jakarta, adalah bentuk pembangkangan terhadap Undang Undang Dasar.

“Aksi brutal yang dilakukan oknum kepolisian, tidak mencerminkan sebagai institut penegak hukum yang seharusnya melindungi, mengayomi dan melayani, tapi yang terjadi justru menciderai institut kepolisian yang ada di Republik ini,” kecamnya.

Untuk itu, massa mendesak para oknum polisi yang terlibat agar diberi sanksi pencopotan keanggotan Polri.

“Kami mendesak Polda Sulut, agar mendukung proses pencopotan terhadap oknum kepolisian yang telah melakukan tindakan brutal kepada kader HMI MPO Cabang Jakarta, dan kami meminta Polda mengharamkan tindakan represif terhadap demonstran,” ujar Ifan Umanahu, Sekretaris Umum HMI MPO Manado.

Usai menyampaikan aspirasi, massa aksi menggelar sholat ashar berjamaah di depan gerbang Mapolda Sulut. Massa kemudian melanjutkan long march ke bilangan Wolter Monginsidi dengan maksud yang sama.







Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, yang saat menerima masa aksi mengatakan turut perihatin dengan kejadian yang menimpa HMI MPO Cabang Jakarta.

"Terimah kasih atas kedatangannya, kita tahu bersama meski kejadiannya terjadi di Jakarta tapi ini bentuk keperihatinan adik-adik, kami juga dari Polda Sulut Perihatin dengan kejadian tersebut," terang Tompo kepada masa aksi.(redaksi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini