DPD Golkar Sulut : FPG Jangan Urus PT MMP, Perjuangkan Warganya



MANADO - Menghangatnya kembali geliat PT Metal Mikgro Perdana (MMP), ternyata mendapat perhatian khusus dari DPD Golkar Sulut melalui pengurusnya Noldi Pratsasis mewanti-wanti anggota fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Sulut untuk tidak memperjuangkan perusahaan tersebut.

"PT MMP sudah jelas dan tegas ada keputusan menutup perusahaan dan aktivitasnya oleh Mahkamah Agung yang diperkuat oleh surat KPK, jadi hormati itu dan jangan coba-coba main dizona tersebut," tegas Prtasis, Jumat (19/10/2018).

Menurut Prtasis, apa yang dilakukan oleh utusan partai di DPRD Sulut sudah tepat.

"Kami memantau, Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus Vreeke Runtu dan Edison Masengi telah melakukan tindakan yang tepat dengan memperjuangkan nasib lahan warga di lokasi perusahaan gagal produk tersebut," katanya.

Dikatakan Prtasis, terkait pulau Bangka, DPD Golkar yakin kedua tokoh sentral FPG tak diragukan perjuanyannya.

"Apa yang dilakukan SVR dan Edison Masengi telah memancarkan dan menggambarkan adalah jiwa dan rohnya partai, suara rakyat adalah suara golkar," ungkap Pratasis.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sulut,Stevanus Vreeke Runtu (SVR) membantah tengah perjuangkan nasib perusahaan bijih besi tersebut.

"Aspirasi warga yang datang le DPRD Sulut wajib kami perjuangkan, apapun itu,demikian pula dengan warga pulau bangka yang datang menyampaikan keluhan persoaln yang dihadapi," tegas

Disampaikannya, keluhan warga desa Ehe,Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara adalah lahan warga yang sudah di miliki oleh PT MMP.

"Hampir 30 persen lahan yang ada, sudah dimiliki perusahaan, warga mengeluhkan nasib mereka, itu yang kami perjuangkan agar lahan mereka bisa dimiliki kembali," jelas SVR.

Soal PT.MMP, menurut SVR Sudah jelas ada keputusan dari Mahkamah Agung, itu wajib diamankan.

"Kami tidak pernah berjalan diluar rel aturan, apalagi inikeputusan sudah jelas, kami wajib amankan itu," katanya.

Yang kini harus dipikirkan menurut SVR adalah nasib warga sekitar termasuk lingkungan alam yang ada.

"Lingkungan alam yang sudah terlanjur dipakai dan dipergunakan oleh MMP itu bagaimana, solusi ini yang kami sedang cari," tandasnya.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini