3 Tahun OD-SK, WOWOR Beber Wujud Pembangunan Sulut



MANADO - Kepemimpinan Olly Dondokambey - Steven Kandouw sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut di tahun 2019 ini telah tiga tahun, berbagai torehan keberhasilan kebijakan dan pembangunan bagi daerah dan warga meroket, seperti halnya penilaian yang disampaikan anggota DPRD Sulut,Rocky Wowor.

Penilaian Wowor berdasarkan data yang konkrit, dimana dari 7 program pokok OD-SK kian mencapai target sesuai dengan visi misi OD-SK Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Politik serta Berkepribadian dalam Budaya.

Menurut Wowor, Pariwisata Sulawesi Utara jadi primadona.

"Terobosan di bidang pariwisata berhasil memacu pertumbuhan ekonomi Sulut, meski beberapa sektor lain sedang lesu, prestasi paling mencuat dalam tiga tahun kepemimpinan OD-SK yakni pertumbuhan kunjungan wisatasan asing di Bumi Nyiur Melambai," ungkap Wowor.

Dikatawan Wowor, data menunjukkan, pada tahun 2016 Sulut kedatangan 40.624 wisatasan mancanegara. Jumlah ini meningkat pesat 100 persen lebih pada 2017 dengan angka 86.976 turis.

Data menunjukan tahun 2018 angkanya lebih pesat lagi, 124.830 wistawan asing.

Melihat potensi dan data, menurut Wowor pantaslah jika gubernur Olly Dondokambey menargetkan pada 2019 kunjungan wistawan asing akan lebih tinggi lagi, bisa mencapai 150.000.

"Pariwisata memberikan multiplier effect bagi Sulut. Ini harus menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Diharapkan masyarakat menjadi penerima manfaat dari turisme, semua lini bisa merasakan," ujar dia.

Untuk bidang perdagangan, Wowor mengatakan nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Juli 2018 tercatat sebesar US$ 71,33 juta sementara impornya senilai US$ 13,94 juta.

"Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2018 tetap diduduki oleh lemak dan minyak hewan/nabati, yakni senilai US$ 31,84 juta (44,64% dari total ekspor), sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (mineral fuels), mineral oil products (27), senilai US$ 7,18 juta (51,48 % dari total impor)," jelas Wowor.

Dari data, Wowor mengatakan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulawesi Utara pada Juli 2018 adalah Tiongkok (US$ 14,43 juta), sedangkan negara pemasok terbesar adalah Malaysia (US$ 7,49 juta) (angka sementara).

"Investasi tahun 2018 di Sulawesi Utara sebesar 6,970 triliun rupiah, yang terbagi atas PMA (penanaman modal asing) sebesar 4,054 triliun rupiah atau 81,2% dari total investasi, dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) sebesar 2,916 triliun rupiah atau 18,8% dari total investasi. Secara keseluruhan angka tersebut mengalami peningkatan dibanding total investasi di tahun 2017 yang berada pada angka 6 triliun," tegasnya.

Wowor melihat sampai dengan Desember 2018, jumlah koperasi mencapai 4.978 unit dengan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 9.060 orang, sedangkan jumlah UMKM mencapai 84.392 unit dan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja oleh sektor UMKM sebanyak 217.197 orang.

"Sepanjang Tahun 2016 s/d Tahun 2018 telah dilaksanakan beberapa kegiatan guna memajukan Koperasi dan UMKM yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, diantaranya, Kegiatan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi, Kegiatan Peningkatan Daya Saing UKM dan Koperasi, Kegiatan Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetetif UKM dan Kegiatan Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UMKM," kata Wowor yang juga sekertaris komisi II DPRD Sulut.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini