Proyek Pamsimas Desa Sinisir Diduga Bermasalah

Bupati Tetty Paruntu Saat Penandatangan Prasasti Pansimas 

MINSEL - Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di desa Sinisir Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diduga bermasalah. Proyek ini selesai dikerjakan pada bulan April 2019 ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Minahasa Selatan. Namun, sampai saat ini air tak kunjung sampai ke rumah warga.

Sejumlah warga menuturkan, proyek yang menelan dana 300-an juta itu terlihat mubasir. Apalagi di musim kemarau ini, saat warga sangat membutuhkan air bersih karena sumur mulai kering, proyek yang sudah lama dinanti itu ternyata tidak dapat membantu sedikitpun. 

“Seharusnya hari ini air bersih sudah bisa kami nikmati, karena proyek ini sudah dianggap selesai sejak beberapa bulan yang lalu. Apalagi prasastinya sudah ditandatangani langsung oleh Bupati sejak bulan April lalu. Tapi nyatanya proyek air bersih ini tidak berfungsi sama sekali”, kata salah satu warga yang tak mau namanya disebutkan.

Selain mengeluhkan tentang proyek ini, warga yang lain mempertanyakan mekanisme pelaksanaan proyek ini.

“Dari awal pelaksanaan proyek ini torang (kami) masyarakat bertanya-tanya, kiapa (kenapa) sumur bor yang awalnya untuk pertanian dialihkan jadi sumur bor untuk Pamsimas. Apakah memang tidak tertata dana untuk mengadakan sumur bor baru khusus untuk Pamsimas? Akibatnya, airnya bukannya dialirkan ke rumah warga, tapi hanya dipakai oleh oknum-oknum tertentu untuk siram tanaman di kebun mereka”, kata Oct salah satu warga.

Oct menambahkan juga kalau ternyata memang ada anggaran khusus dalam Pamsimas untuk pengadaan sumur bor baru, berarti proyek ini harus diperiksa dan diusut secara detail mulai dari awal perencanaan, jadwal pelaksanaan, volume yang dikerjakan, kesesuaian harga, spesifikasi barang yang dipakai, dan siapa pihak pelaksana.“Jika ada yang tak beres, kami siap untuk melaporkan masalah ini ke kejaksaan atau kepolisian, tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan,belum dapat di konfirmasi dari pihak pelaksana Pamsimas terkait masalah ini.


(Sten)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini