Penundaan Setoran Pinjaman ASN, Ini Jawaban Dirut Bank Sulut Go

Jefrry Dendeng,
Dirut Bank Sulut Go

MANADO - Pihak Manajemen Bank Sulut Gorontalo (BSG) membenarkan telah menerima surat dari beberapa kepala daerah kabupaten/kota perihal penundaan pemnyetoran pinjaman selama 3 bulan.

Namun sayangnya, permohonan tersebut tidak dapat dijalankan oleh BSG.

Direktur Utama (Dirut) BSG Jefry Dendeng menegaskan ini secara resmi kepada DPRD Sulut melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur untuk penggunaan tahun anggaran 2019.

"Penundaan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara,Red) tidak diatur dalam aturan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan,Red) dan telah disampaikan langsung oleh OJK pusat dan daerah," jelas Dendeng, Jumat (24/4/2020) di gedung DPRD Sulut.

Selain itu, Disampaikannya setelah melakukan simulasi penundaan untuk 3 bulan, BSG akan mengalami kerugian ratusan miliar dan ini akan berdampak negatif terhadap masa depan bank.

"Simulasi kami, BSG akan mengalami kerugian ratusan miliar, berdampak dan terancam merugi," tegas Dendeng.

Disaat merugi, banyak nasabah akan menarik dananya di BSG, sulit mencari nasabah yang mau taruh dananya di Bank yang merugi. Pada gilirannya BSG akan mengalami kesulitan likiditas.

"Kesulitan likiditas ini bisa berdampak buruk bagi Torang pe Bank, skenario terburuknya bisa likwidasi," jelasnya.

Kata Dendeng, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSG terdiri dari 75 % Dana Masyarakat dan 25 % Dana Pemda.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini