Lurah Ranotana Dilaporkan Ke Bawaslu



MANADO – Diduga tak netral, oknum Lurah Ranotana, LP alias Leon dilaporkan ke Bawaslu Manado oleh Tim Kampanye Bidang Hukum Andrei Angouw-Richard Sualang (AA-RS) pada Rabu (14/10) sore.

Laporan Steiven B. Zeekeon SH, bersama tim kampanye AA-RS Bidang Hukum ke Bawaslu itu didasari dengan adanya peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/10) di Kelurahan Ranotana lingkungan III, tepatnya di rumah milik Keluarga Oroh - Manangkalangi.

Informasi yang dirangkum, sekitar pukul 10.00 WITA, oknum Lurah Ranotana, Leon memerintahkan dua orang Kepala Lingkungan untuk memindahkan atribut partai dalam hal ini bendera PDIP, baliho calon ODSK dan AARS yang terpampang di pagar rumah Keluarga Oroh-Manangkalangi.

Tindakan sepihak tersebut diduga dilakukan karena saat itu akan ada kunjungan Walikota Manado Vicky Lumentut di kantor Lurah Ranotana.

Aksi tak terpuji itu sontak saja memicu protes dari pengurus dan simpatisan AA-RS, hingga selang beberapa waktu kemudian terjadilah perdebatan antara simpatisan AARS Kres Rumondor dengan oknum Lurah yang langsung viral di media sosial.




Saat itu Kres tegas bertahan tidak akan menurunkan atribut partai dengan dasar telah mendapat ijin dari pemilik rumah, sedangkan oknum Lurah tetap berkeras meminta mencabut atribut tersebut.

Menyadari aksi ini menyalahi atutan, Steiven B. Zeekeon SH, didampingi tim kampanye AA-RS bidang Hukum Andril Latjandu, SH, Glorio Katoppo, SH, Vecky Gagana, SH, Donny Wulur, SH dan Stenny Sapetu, SH mendatangi kantor Bawaslu pada Rabu 14 Oktober 2020 sekitar pukul 16:45 WITA untuk melaporkan dugaan tidak netralnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam hal ini oknum Lurah Ranotana bernama Leon Piri, dengan dasar laporan Pasal 71 ayat (1) jo Pasal 188 UU Pilkada.

“Atas laporan tersebut Bawaslu telah menerima dengan diterbitkannya surat tanda terima laporan,” ucap tim kuasa hukum AA-RS.

Selanjutnya, pada Jumat (16/10), saksi-saksi dari pelapor akan dimintai keterangan. Sementara terlapor oknum Lurah Ranotana juga akan dimintai keterangan sore harinya.

“Bahwa untuk selanjutnya kami akan menunggu hasil pemeriksaan Bawaslu dan apabila terbukti Lurah tersebut tidak netral maka Bawaslu akan merekomendasikan ke KASN untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan, ini juga jadi pelajaran bagi ASN yang ada di Manado agar tidak sewenang wenang menggunakan jabatannya untuk melakukan penekanan pada masyarakat dengan tujuan memenangkan calonnya, netral lah jang berpihak," ungkap Steiven, Ketua Tim Kampanye AA-RS bidang Hukum. 

Sementara itu lurah Ranota LP alias Leon saat dihubungi via phonsel menampik melarang pemasangan atribut tersebut.

"Saya hanya ingin menampakan netralitas karena hanya ada baliho 1 paslon untuk walikota manado dna gubenur. Saya tidak memaksa bahkan saya bermohon klao bisa dilipat dulu balihonya dengan alasan akan ada kunjungan dari walikota
itu saya sampaikan kepada pak novri salah satu warga lingkungan 3," jelasnya.

Dikatakan Leon saat itu dirinya hanya ingin menunjukan netralitas.

"Pak Novri sendiri yang melipat baliho itu dibantu pala karena dia bekerja sendiri. pak Novri juga yang menurunkan bendera-bendera partai itu.
sekali lagi saya tekankan, saya hanya ingin menampakan netralitas itu tidak ada maksud lain," ungkapnya.

Ia membenarkan dirinya telah dipanggil Bawaslu.

"Saya ke bawaslu manado sesuai undangan, jam 1 siang tadi dan apa yang saya sampaikan ini sama dengan yang saya sampaikan ke Bawaslu Manado
sampai malam ini pun baliho dan bendera masih terpasang,"(***)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini