Ratumbanua Beber Keuntungan BUMD PT MSH

Fredy "Dayak" Ratumbanua. 


MANADO - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Membangun Sulut Hebat (MSH) dinilai sebagai salah satu langkah gebrakan inovatif yang mampu menggerakan ekonomi Sulut dan menjadi embrio dari lompatan grafik perekonomian warga Sulut yang mengembangkan usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM).

Pengamat Ekonomi Sulut Fredy "Dayak" Ratumbanua mengatakan fungsi dan peran BUMD PT MSH akan melaksanakan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan daerah dan pemupukan dana bagi pembiayaan pembangunan daerah.

"Mendorong peran serta masyarakat dalam bidang usaha serta memenuhi kebutuhan barang dan jasa bagi kepentingan publik, dan menjadi perintis kegiatan dan usaha yang kurang diminati swasta," jelas eks aktivis 98 ini.

Lanjut Ratumbanua, perkembangan ekonomi yang kian kompetetif dan semakin terbuka BUMD perlu menumbuhkan budaya korporasi dan profesionalisme antara lain melalui pembenahan pengurusan dan pengawasannya. Pengurusan dan pengawasan BUMN dan BUMD harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Hanya saja menurut Ratumbanua, untuk mengoptimalkan peran dan mampu mempertahankan keberadaan BUMD PT MSH dalam perkembangan ekonomi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif perlu memperhatikan berbagai kendala yang akan dihadapi.

"BUMD tidak hanya sekedar mengkultuskan profit semat, yang kemudian diukur hanya dengan adanya peningkatan RoA (Return of Asset), RoE (Return of equity), RoI (Return of Investment) saja, tetapi juga mengemban beberapa tugas yang lebih bersifat makro, seperti menjaga stabilitas ekonomi/harga.

"Untuk memenuhi sifat penugasan layanan publik atau agent of development serta pioneering. Sehingga mengelola BUMD tentunya harus dapat memahami kepentingan stakeholdernya. Dengan demikian, seharusnya sisi regulasi untuk kepentingan pelaksanaan usaha BUMD khususnya yang mengemban tugas layanan umum perlu diatur dengan suatu regulasi yang lebih mendukung pada BUMD," kata Pemuda Minahasa Utara ini.

Menurutnya, guna pengembangan usahanya perlu adanya pemikiran mengenai kebijakan tentang dividen perlu lebih mempertimbangkan kepentingan-kepentingan perusahaan dalam rangka investasinya. Perlu adanya gaya manajemen BUMD PT MSH nantinya perlu dilakukan perubahan paradigmanya (mind set) dengan paradigma baru menghendaki adanya suatu inovasi dan terobosan bisnis yang harus dilakukan tanpa harus menciptakan birokrasi yang berbelit, namun harus tetap mengutamakan prinsip governance(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini