Indonesia Bukan Negara Agama, Sulut berkomitmen Bela Negara



MANADO - Sedikitnya 5000 warga Sulut yang datang dari semua komponen keaneka ragaman berkomitmen jadi garda terdepan menjaga kesatuan bangsa dan menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam Launching Aksi Bela Negara, Rabu (3/5/2017) di GKIC Manado yang dibuka oleh Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu.

Dalam sambutan Ryamizard Ryacudu menegaskan komitmen yang besar untuk memperkuat  ketahanan negara perlu ditingkatkan melalui kegiatan seperti aksi bela negara tersebut agar rongrongan yang ingin menghancurkan kesatuan bangsa.

Sambutan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam Launching Bela Negara Di Sulut


"Negara kita bukan negara agama, tapi negara yang orangnya beragama, rasa bangga mencintai tanah air dan rela berkorban untuk negara menjadi inti dari bela negara sesuai dengan amanat undang nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara dan yang perlu diperhatian adalah ancaman non militer yaitu ancaman fisik," lugas Ryamizard.

Sementara itu Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya menjadikan provinsi Sulut berbagai kegiatan Nasional sampai pada peluncuran Aksi Bela Negara tersebut yang nantinya akan menjadi gaum untuk persatuan NKRI.

Sambutan Gubernur Olly Dondokambey


"Dari Sulut suara menjaga kesatuan negara dikumandangkan, dan kami warga Sulut selalu siap memberikan jiwa raga untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa yang majemuk ini," tegas Dondokambey.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Aksi Bela Negara Sulut Rocky Wowor bahwa keaneka ragaman bangsa indonesia suatu kewajiban untuk dijaga karenanya Aksi Bela Negara mengangkat tema Aku Indonesia.

Sambutan Ketua Bela Negara Sulut, Rocky Wowor

"Kekuatan dan kesatuan serta persatuan harus dijaga melalui aksi bela negara, dengan tema aku indonesia memantapkan cinta tanah air, menggugah semangat bela negara menjaga kesatuan NKRI," tandasnya.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini