Empat Tahun Berakhir, Ratusan Korban Banjir Manado Tak Kunjung Terima Bantuan



MANADO - Empat tahun telah berlalu, Ratusan kepala keluarga korban banjir bandang Kota Manado tahun 2014 di Banjer Lingkungan VI mengaku hingga kini belum menerima dana bantuan dari Pemkot Manado.

“Pasca bencana banjir bandang tahun 2014 lalu, berulangkali kami didatangi tim yang mengaku dari Pemkot Manado dan juga konsultan. Rumah kami di foto, data kami, KTP dan Kartu Keluarga di catat. Mereka katakan didata untuk dapat bantuan dana dari Pemerintah. Mereka katakan, untuk rumah dgn kondisi rusak berat akan dapat Rp 40 juta per rumah, yang rusak sedang dapat Rp 20 juta. Tapi sampai sekarang dananya tidak kami terima pak,” jelas anak dari Keluarga Pusoh-Kawet saat ditemui di rumahnya di Banjer Lingkungan VI nomor 146.

Keluarga ini menceritakan rumah yang ditinggalinya terendam air hingga ketinggian 3,5 meter, Selasa (25/09/2018) siang.

Dia mengatakan, nama keluarganya telah masuk dalam daftar nama penerima dana bantuan dari Pemkot Manado.

“Waktu itu, ada daftar nama-nama yang dipajang di kelurahan dan nama kami ada. Tapi sampai sekarang belum menerima, selain yang Rp 3,6 juta itu,” jelasnya lagi.

Senada, Keluarga M.H. Parusangi yang rumahnya tak jauh dari Keluarga Pusoh-Kawet menceritakan bencana banjir bandang yang terjadi siang hari itu.

“Rumah saya tenggelam. Mobil adik saya juga tenggelam. Kami sudah di survey. Dijanjikan akan diberikan bantuan. Tapi sampe tu banjir mau datang lagi, dana yang dijanjikan tak ada. Tapi, rumah yang tidak tenggelam malah sudah terima bantuan Rp 20 juta dan Rp 40 juta pak,” jelasnya.

Puluhan perwakilan warga korban ini mengaku hanya menerima dana bantuan sebesar Rp 3,6 juta.

“Kami hanya terima dana bantuan Rp 3,6 juta. Itu diberikan di stadion Klabat,” jelas Sampelan yang saat bencana banjir bandang menerjang kota Manado tahun 2014 lalu menjabat sebagai Kepala Lingkungan.

Sampelan mengaku masih mengingat dengan jelas 145 nama keluarga korban banjir bandang yang datanya dia berikan ke pihak Pemkot Manado kala itu. Lebih ironisnya, Sampelan juga hingga kini belum menerima dana bantuan yang dijanjikan Pemkot Manado.

Menanggapi ini, Sekertaris Kota Manado Bart Assa mengatakan musibah tersebut penanganan oleh Pemkot Manado telah optimal dan sesuai prosedur.

"Pak Walikota turun langsung dan melakukan pengawasan ketat untuk teknis penanganan terhadap warga korban banjir, bahkan wanti-wanti Walikota GSV Lumentut sangat tegas untuk pemberian bantuan jangan "disunat" apalagi tidak tepat sasaran," Ungkap Assa diruang kerjanya dengan didampingi Kabag Humas Steven Runtewene.

Dikatakan Assa, Jika kemudian masih ada korban yang tidak menerimanya, itu akan dicek kepada instansi tekhnis terkait.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini