3 Langkah Jitu Pemprov Sulut Tingkatkan Harga Kopra


MANADO - Anjloknya harga Kopra buat merana petani kelapa yang berdampak besar terhadap ekonomi keluarga yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Wajar saja, dari data Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi (Pemprov), lahan kebun kelapa seluas 270.000 ha, yang produktif sekitar 220.000 ha.

Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Refly Ngantung, mengungkap persoalan utama penyebab turunnya harga kopra karena efek pasar.

"Kebutuhan konsumsi minyak nabati pasaran global terjadi penurunan 40 persen,
Bahkan Internasional Coconut Comodity (ICC) telah menginformasikan terjadi pengurangan tersebut, bukan hanya pada kebutuhan minyak dari kelapa, tetapi juga dari minyak jagung,kedele dan beberapa minyak nabati lainnya," jelasnya dalam rapat pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Sulut 2019.

Mengembalikan keterpurukan harga kopra, Ngantung mengatakan perlu melakukan 3 langkah strategis.

"Solusi yang pertama,warga Sulut lebih banyak penggunaan produksi minyak kelapa sebagai produk lokal," katanya.

Yang kedua menurutnya, perlu pengembangan pemanfaatan varian atau turunan hasil dari kelapa.

"Jangan hanya mengolah hasil kelapa untuk kopra, variannya banyak," kata dia.

Lanjut, yang ketiga menurut Ngantung, perlunya rasa percaya pasar terhadap minyak kelapa.

"Yakinkan konsumen untuk mengkonsumsi minyak kelapa itu sehat,sosialisasi dan bantuan warga Sulut akan sangat membantu dongkrak harga kopra," tandasnya.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini