Mirisnya SMK Nusa Tabukan, MEIVA SALINDEHO Minta Perhatian Diknasda

Meiva Salindeho


MANADO - Mirisnya wajah pendidikan daerah kepulauan di Sulawesi Utara, khususnya dunia pendidikan tingkat sekolah menengah atas. Seperti halnya yang diungkapkan oleh anggota DPRD Sulut,Meiva Salindeho.

Menurut Meiva, didaerah perbatasan Nusa Tabukan untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) nya hanya memiliki 1 kepala sekolah.

"Kepala sekolahnya merangkap guru untuk mengajar di 3 kelas dengan dibantu 1 guru perbantuan," tegas Meiva dalam rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Sulut dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut bahas Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Sulut Tahun Anggaran 2019, Kamis (15/11/2018), di DPRD Sulut.

Meiva mendesak agar dinas pendidikan daerah (Diknasda) memberi perhatian khusus terhadap Nusa Tabukan sebagai beranda depannya Sulut.

"Untuk peningkatan sumber daya manusia pada tingkatan sekolah ini perlu diperhatikan, persoalan ini yang sangat mencolok bagi warga daerah kepulauan," jelas Meiva Salindeho.

Dua anggota Banggar, Edwin Lontoh dan Inggried Sondakh mendukung pernyataan tersebut agar Pemprov khususnya Diknas memperhatiakan dan memberi solusi aspirasi tersebut.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini