Hebatnya Sulut, Bali pun Berguru Soal Pariwisata

Ketut Sugiasta,
Anggota Komisi IV DPRD Bali


MANADO - Geliat sektor pariwisata provinsi Sulawesi Utara pada akhirnya mendapat pengakuan dari daerah lain, bahkan provinsi pusatnya wisata Bali memilih Nyiur Melambai untuk belajar soal wisata.

DPRD Provinsi Bali melalui Komisi IV khusus datangi Komisi IV DPRD Sulut guna menggali lebih dalam trik meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor wisata.

Anggota Komisi IV DPRD Bali Ketut Sugiasa mengatakan butuh rahasia Sulut untuk wisata.

"Saya ingin tahu peningkatan kunjungan tamu cina itu banyak sekali kesini, jadi peningkatan PAD itu luar biasa walaupun bali itu kota pariwisata tapi saya ingin tahu caranya, karena peran DPRD itu meningkatkan peran eksekutif tingkatkan PAD seperti apa ?," kata Sugiasta, Jumat (1/11/2019) saat kunjungi DPRD Sulut.

Sugiasa mengakui dan mengapresiasi kerjasama DPRD dan Pemerintah Provinsi Sulut membuat perubahan besar pada sektor pariwisata.

"Bali itu hebat untuk wisata, tapi mendatangkan wisata itu sulit, itu pun kalau datang menginap tidak lama, tapi disini itu begitu cepat mendatangkan wisata, kemarin saya lihat begitu banyak turis berbondong ke sini. DPRD Sulut mendorong seperti apa ? Regulasi yang dibuat seperti apa ?," kata dia.

Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Provinsi Bali di terima Oleh Komisi IV DPRD Sulut, Bryan Waworuntu, Fransiscuas Andi Silangen dan Melky Pangemanan.

Untuk diketahui, berdasarkan data di Kemenpar dan BPS 2018, kunjungan wisatawan ke Sulut meningkat drastis dari tahun 2017 ke 2018.

Untuk wisatawan mancanegara, kunjungan ke Sulut tahun 2017 mencapai 79.675. Jumlah ini meningkat drastis ke angka 122.101 tahun 2018.

Khusus untuk tahun 2019 ini, Angka Kunjungan wisman yang datang ke Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi sampai dengan bulan Juli 2019 mencapai 11. 207 orang.

Jika dibandingkan dengan bulan Juni, angka kunjungan wisman naik 34, 34 persen. Bulan Juni 2019, jumlah wisman yang datang 8. 342 orang. Jika dibanding bulan Juli tahun lalu, memang terjadi penurunan sebesar 5, 63 persen.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini