Christian Wowor Berikan Hak Jawab Dan Klarifikasi Atas Berita Demo Mahasiswa di Minsel

Mahasiswa saat berdemo di DPRD Minsel

MINSEL - Koordinator Lapangan Christian Arjen Wowor memberikan hak jawab dan klarifikasi terkait berita Redaksisatu.com hari Jumat 24 Januari 2020 berjudul: Wauw..!!! Mobil Deprov Mengangkut Mahasiswa Pengunjuk Rasa Di Minsel
Berikut penjelasannya seperti di-posting dalam Facebook pada Sabtu 25 Januari 2020 yang ditujukan kepada beberapa media termasuk Redaksisatu.com untuk dimuat sebagai hak jawab:

Menyikapi persoalan Nasional Soal naiknya BPJS 100% dan Tidak adanya APBD Minsel 2020, termasuk anggaran Kesehatan yg tahun lalu mencapai 18 miliar, membuat kami perlu mengkritisi dan mendiskusikan. Setelah kami mendiskusikan pada kalangan mahasiswa Minsel UNIMA maka perlu adanya Dialog dgn Pemkab Minsel dan DPRD Minsel. Untuk ke Amurang kami membutuhkan kendaraan. Spontan kami menghubungi Senior UNIMA asal Minsel yg saat ini menjadi Pimpinan di DPRD Sulut (Senior Billy Lombok). Senior Billy langsung merespon untuk meminjamkan 1 unit mobil mini bus. Kami pun menyurat ke Ketua DPRD Minsel Ibu Jenny Tumbuan/ Nini (ibu dari Bupati Minsel) yg isinya akan mengadakan Dialog mengenai hal diatas dan mengundang pihak terkait (BPJS dan Pemkab Minsel). Surat itu diterima oleh Sekretariat DPRD MinSel.. Jadi Dialog itu diinisiasi oleh mahasiswa Minsel, bukan dari Senior Billy.

Awalnya Dialog berubah menjadi aksi/orasi didepan kantor BPJS dan Kantor Bupati Berakhir Dialog di kantor DPRD Minsel. Karena hasil kesepakatan bersama untuk melakukan aksi jalan kaki.. D
Bupati kami berdialog dengan Assiten 1, assisten 2 dan Kadis Kesehatan serta sekretaris Dinas Sosial Minahasa Selatan. Di DPRD Minsel kami diterima oleh Fraksi Golkar Roby Sangkoy dkk. Disusul oleh Wakil Ketua Stevanus Lumowa (PDIP) dan Royke Kaloh (Demokrat) didalam ruang rapat. Juga mengikuti Ibu Jecklyn Koloay (Perindo) yg memilih duduk dgn mahasiswa karena tdk mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dari pihak sekretariat. Selain Billy Lombok, kami juga menghubungi salah satu Wkl Ketua DPRD Sulut lainnya dari dapil Minsel-Mitra Poin2 yg kami tuntut adalah :

1. Segera membuat APBD 2020 dan memasukan anggaran Kesehatan.
2. Segera membuat PerBup Minsel 2020
3. Jaminan Kesehatan rakyat semesta, bukan asuransi yg berbentuk BPJS.
4. UU SJSN sistem jaminan sosial Nasional 2004
5. UUD 45 pasal 28.H dan Pasal 34.
Semoga Aksi kami tidak Politisasi, karena aksi ini dari awal untuk membela Kepentingan Rakyat Minahasa Selatan dan SULUT. Agar Orang Miskin Dilarang sakit oleh karena kenaikan BPJS dan tidak adannya APBD Minsel 2020 Makase buat Pemerintah Minsel yg Menerima kami, Bpk Ass 1, 2, Kadis Kesehatan dan Sek DinSos Minsel. Atas nama Bupati dan wakil Bupati Makase banya buat DPRD Minsel, Wkl Ketua Stevanus Lumowa, Robby Sangkoy, Royke Kaloh, Jecklyn Koloay dan Y.N. Mandey.. dan kepala BPJS Minsel.


(Stan)**

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini