Sulut Nadinya Jalur Sutra Modern




MANADO - Pertemuan Belt & Road ‘B&R’ beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo menyebutkan Sulawesi Utara (Sulut) memegang peranan penting dalam jalur sutra modern.

Sulut yang terletak di bagian paling utara dari Kepulauan Indonesia merupakan pintu gerabng utara jalur sutra ke Indonesia atau yang dikenal dengan One Belt and Road (OBOR).

Menyadari itu, anggota DPRD Provinsi Sulut Rocky Wowor berpendapat, dengan terbukanya jalur sutra ini, Sulut akan semakin berkembang dalam infrastruktur yang setidaknya hasilnya akan dirasakan masyarakat Sulut ini sendiri.

“Sejak tahun lalu beberapa maskapai penerbangan Indonesia membuka rute langsung dari daratan Tiongkok ke Sulut. Jumlah wisatawan Tiongkok ke Sulut pun melonjak, dari 12 ribu per tahun menjadi 12 ribu per bulan, tentunya ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkap politisi muda PDI Perjuangan ini.

Mengikuti keberhasilan tersebut, lanjut legislator dapil BMR ini, semakin banyak maskapai penerbangan yang menyatakan minatnya untuk membuka jalur penerbangan menuju Sulut, provinsi ini juga menjadi peluang investasi baru bagi para investor.

“Maka, kami ingin mengundang Bapak/Ibu sekalian untuk juga menghubungkan jasa-jasa pelayaran dan rute-rute penerbangan pada dua gerbang di bagian barat (Sulut) dan utara Indonesia ini. Saya percaya yang dibutuhkan di dunia saat ini adalah proyek-proyek yang konkret,” ucap dia.

Dirinya juga meyakini, visi kerja sama dan konektivitas antara negara-negara dalam OBOR akan dapat terwujud. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperlihatkan kepada dunia mengenai bagaimana Sulut mempu memegang tanggung jawab tersebut.

Diketahui, Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, nenek moyang kita, dengan melintasi padang rumput dan gurun pasir membuka jalur antar benua yang menghubungkan Asia, Eropa dan Afrika yang dikenal sekarang sebagai jalur sutra. Nenek moyang kita menavigasi lautan untuk menghubungkan timur ke barat yang diberi nama Jalur Sutra Maritim.

Jalur Sutra kuno ini ternyata membuka jendela persahabatan di antara bangsa-bangsa, menambahkan cerita indah tentang peradaban manusia.(***/Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini