Iklan

Sulut Meriahkan Peringatan Peristiwa Merah Putih, Kawatak : Salut, Hanya Di Era Yulius Selvanus

Redaksi Satu
February 12, 2026, 14:58 WIB Last Updated 2026-02-12T06:58:47Z

 







SULUT - Gubernur Yulius Selvanus fokus merayakan peristiwa merah putih 14 Februari 1946 dengan melibatkan seluruh komponen di Sulut dengan mewajibkan mengibarkan bendera di kantor pemerintahan, swasta dan rumah warga.

Tokoh Pemuda Sulut Henro Kawatak kagum dengan keputusan Gubernur Yulius Selvanus.

"Nanti di era pemerimtahan Yulius Selvanus momen ini terjadi. Warga diingatkan akan sejarah berdirinya Republik Indonesia yang mulai terkikis dengan perkembangan jaman,"lugas Kawatak.

Menurut Kawatak, dirinya tak pernah ragu memberikan apresiasi terhadap keputusan yang dibuat Gubernur Yulius Selvanus karena memang layak.

"Keputusan Gubernur ini selalu tidak disangka dan selalu populis karena selalu bersentuhan dengan masyarakat,"tegasnya.

Untuk diketahui, memperingati momen bersejarah tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada 14 Februari 2026.

“Ayo kibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi tegaknya NKRI di Sulawesi Utara,” demikian ajakan yang disampaikan dalam seruan resmi Pemprov Sulut.

Ajakan ini bukan sekadar formalitas tahunan. Ia adalah panggilan batin, agar generasi hari ini tak tercerabut dari akar sejarahnya.

Bahwa kemerdekaan yang kini dinikmati lahir dari keberanian, pengorbanan, dan tekad yang tak tergoyahkan.

Dalam setiap kibaran Merah Putih, tersimpan pesan tentang persatuan. Tentang bagaimana rakyat Sulawesi Utara pernah berdiri tegak, menyatakan sikap, dan menunjukkan bahwa harga diri bangsa tidak bisa ditawar.

“Kibarkan Merah Putih bukan hanya di tiang-tiang rumah dan kantor, tetapi juga di hati kita. Semangat perjuangan itu harus terus hidup dalam karya dan pengabdian kita hari ini,” demikian pesan yang kembali diserukan untuk seluruh masyarakat Sulut.

Momentum ini menjadi refleksi bersama. Di tengah dinamika zaman dan tantangan global, semangat 14 Februari 1946 menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama.

Nasionalisme bukan hanya dikenang, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Mari jadikan 14 Februari 2026 bukan sekadar peringatan, melainkan pernyataan sikap: bahwa Sulawesi Utara tetap berdiri teguh dalam bingkai Merah Putih.

Karena ketika bendera itu berkibar, yang sesungguhnya sedang kita hidupkan adalah semangat perjuangan yang tak pernah padam.(Obe)

Baca Juga

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sulut Meriahkan Peringatan Peristiwa Merah Putih, Kawatak : Salut, Hanya Di Era Yulius Selvanus

Terkini

Iklan