DPD Golkar Sulut Jangan "Cengeng"



MANADO - Pasca pelantikan struktur DPD Golkar Sulut dibawah kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu kerap disapa Tetty, suara sumbang terhadap kepemimpinan Tetty berdengung.

Beberapa media lokal beberapa waktu terakhir memberitakan pernyataan miring Wakil Sekretaris DPD Golkar Sulut Bidang Kepemudaan, Yaya Wangania terhadap Tetty.

Ketua DPD 1 Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (Tetty) dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang arogan dan otoriter. Hal itu dikatakan

“Dia tidak mau menerima saran dan pendapat dari pengurus lainnya. Keputusan organinsasi hanya didasarkan pada kemauan pribadi tanpa mempertimbangkan dampak politis dan kebesaran, kewibawaan serta kejayaan Golkar Sulut,” kata Wangania, Selasa (23/1) di Manado.

Wangania juga menyesalkan kepengurusan yang ada saat ini lebih banyak (90%) diisi oleh wajah-wajah baru yang notabene orang dekat Tetty yang bukan kader dan tidak memiliki pengalaman berorganisasi/politik.

Menanggapi ini, sesama pengurus DPD Golkar Sulut lainnya berpendapat beda bahwa Golkar Sulut dalam menapak maju untuk tidak cengeng.

Noldy Pratasis, Pengurus DPD Golkar Sulut bidang Organisasi Masyarakat (Ormas) menegaskan apa yang dilakukan Tetty adalah bagian dari membangun kembali dari tidur prestasi.

"Bukan tipe pemimpin otoriter dan arogan justru apa yang dilakukan Tetty salah satu pemimpin yang berani dan tegas serta kreatif enerjik , Untuk menjaga kewibawaan partai dan Marwah dari partai gokar. Marwah partai Golkar tidak boleh diinjak injak oleh kader partai," jelas Pratasis.

Lanjutnya, dalam organisasi perbedaan pendapat lumrah saja,tapi jangan jadi pembangkang menghambat kemajuan kepartaian.

"Perbedaan itu untuk memajukan partai bukan menyerang marwah partai karena apa yang dilakukan Tetty sebagai ketua DPD 1 partai Golkar sulut saat ini semuanya utk kemajuan partai gokar, kami wajib mengamankan,menjalankan dan sukseskannya," ungkapnya.

Menurut Pratasis, banyak kader Golkar yang tidak masuk dalam pengurus bukan berarti tak dipakai partai.

"Ada yang sudah duduk sebagai anggota dewan dan bupati ,itu bukan berarti mereka tidak dipakai oleh Golkar justru mereka sudah sukses dengan memakai Golkar selama ini yang telah menghidupkan kehidupan mereka , harusnya mereka lebih loyal pada pada partai demi kemajuan Golkar di sulut," lugasnya.

Ditambahkannya, Tetty selama ini bukan tidak menghargai kader partai, tapi dikarenakan Tetty tengah menanam tunas tunas muda partai Golkar agar tumbuh lebih banyak di bumi nyiur melambai.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini