Uniknya GMIM Tumaluntung Rayakan Paskah


MINSEL - Memaknai karya penebusan manusia akan pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib, dalam menyambut peringatan kematian Tuhan yesus atau Jumat Agung,maka Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Jemaat “Imanuel” Tumaluntung Wilayah Tareran, menggelar kegiatan lomba tenda paskah bernuansa budaya masyarakat tempo dulu.

Kegiatan ini dipusatkan diseputaran gereja ini diikuti oleh seluruh anggota jemaat yang ada di 20 kolom, yang tersebar didesa Tumaluntung dan Tumaluntung Satu

Ketua Panitia Hari-hari raya gerejawi (PPH2G) Tahun 2018 Ronald Mandey, kepada media Redaksisatu siang tadi (27/3/2018) mengatakan, lomba tenda paskah  Antar kolom bernuansa Budaya Masyarakat tempo dulu akan dilaksanakan selama seminggu mulai tanggal 25 Maret sampai 1 April 2018 (Paskah Pertama).

Selain mengangkat akan budaya masyarakat, pembuatan tenda pun menggunakan bahan bahan yang terdapat diperkebunan masyarakat seperti bambu, daun alang-alang, daun woka (silar), pelepa kelapa, tanpa menggunakan paku, dan untuk penerangan tenda menggunakan obor dan lampu botol. Panitia juga akan melaksanakan berbagai kegiatan lomba, diantaranya lomba baca masmur, komedi rohani budaya daerah (stand up), pidato bahasa daerah, dan ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI), “ucap Mandey.



Ketua badan pekerja majelis Jemaat (BPMJ) Gmim Imanuel Tumaluntung Pdt. Jerri Musa, ST.h,  menjelaskan kiranya lomba paskah yang dikemas dengan nuansa budaya masyarakat Tempo dulu ini dapat dimaknai oleh seluruh anggota jemaat, dengan terus memelihara rasa kebersamaan dalam kerukunan sebagai keluarga kristen, dengan begitu perayaan Jumat Agung dan Paskah dalam menghayati dan memaknai kematian dan bangkit Tuhan yesus Kristus demi menebus dosa umat manusia.

Perayaan paskah yang indah dan semarak ini, kiranya dapat terus dilestarikan sebagai daya tarik dan ciri khas Desa Tumaluntung di dalamnya Jemaat Gmim khususnya dimasa akan mendatang. Tidak lupa pula, masyarakat dan jemaat untuk kiranya terus menopang jalannya roda pelayanan untuk mewujudkan jemaat untuk semakin dewasa dalam pelayanan,dan juga ke depan BPMJ dan jemaat akan melaksanakan pembangunan gedung gereja kanisah untuk lebih mepermudah dalam pelayanan Jemaat “Ucap ketua GMIM Imanuel Tumaluntung ini.



Sementara itu Hukum Tua Desa Tumaluntung Max Lambonan, berharap melalui kegiatan yang di laksanakan ini,dapat lebih mempererat tali persaudaraan yang baik ditengah masyarakat  dan jemaat gmim imanuel tumaluntung, dan juga melalui kebersamaan iman dalam pelayanan bergereja di tengah-Tengah jemaat “Ucap Lambonan yang juga adalah Penatua dijemaat kolom 16

Hal Senada juga disampaikan Hukum Tua Desa Tumaluntung Satu Arther Mokalu, menggatakan sanggat mendukung kegitan lomba tenda bernuansa budaya masyarakat tempo dulu ini dan Melalui pelaksanaan kegiatan ini, masyarakat lebih khusus generasi muda dapat mengetahui dan boleh belajar memaknai hidup disaman moderen, dengan meneladani pola kehidupan para orang tua kita yang dahulu dalam menumbuhkan iman kepercayaan, bahkan pun dalam hidup kebersamaan ditengah masyarakat demi kemajuan dan perkembangan desa yang kita cintai. Sebagai pemerintah mendorong agar pelaksanaan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai agenda tahun, agar boleh menjadi program pariwisata “ujar Mokalu

Selain Lomba tenda paskah, berbagai kerajinan masyarakat, juga kuliner baik makanan, minum tradisional yang disajikan masyarakat, uniknya lagi ketika mencicipnya harus menggunakan peralatan makan yang terbuat dari tempurung, bambu.

Liputan Biro Minsel : Stanley Tumbel

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini