Pilbup Minsel, MEP FDW Head To Head

dr Michaela Elsiana Paruntu MARS (MEP) saat Mendaftar Berapa Waktu yang lalu

MINSEL - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lebih Khusus yang ada di kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mendatang akan menjadi pertarungan hidup mati sejumlah partai besar.

Yang paling diungulkan dan paling berpeluang mengusung calon untuk Pilkada di Minsel adalah Partai Golkar dan PDI Perjuangan.

Selain karena dua partai kelas utama ini memiliki jumlah kursi memadai di DPRD. Dari sisi infrastruktur partai Golkar dan PDIP yang paling siap.

Walaupun hingga kini baru Golkarlah yang sudah menggelar penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati secara terbuka.
Yang Pasti Golkar sudah pasti menyegel pintu papan satu untuk dr Michaela Elsiana Paruntu (MEP) walau prosesnya masih sementara berjalan. Tapi, mesin partai beringin ini sudah mulai dipanaskan.

Semua kader dan simpatisan dipastikan akan bela-belain all out memenangkan MEP.
Sementara PDIP sendiri informasinya juga akan mengusung kadernya Franky Donny Wongkar.

Peluang head to head MEP-FDW bakal tersaji sengit. Sejumlah kalangan menakar adu kuat strategi Golkar-PDIP di pilkada Minsel akan bakal seru.

Pertarungan gengsi partai dan harga diri. Sebab MEP merupakan adik kandung Ketua DPD I Golkar Sulut yang juga merupakan Bupati dua periode Minsel Christiany Eugenia Paruntu.

Sementara FDW adalah sekretaris DPD PDIP Sulut yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Minsel.

Anggota Fraksi PG Minsel Lian Mandey menegaskan apapun caranya Golkar akan pasang badan. Habis-habisan memenangkan pertarungan di Pilkada nanti.

Semua kedar Golkar akan bekerja keras. Memeras otak, meracik strategi, memantik simpati publik. Sebab lengah sedikit saja, kemenangan bisa dicuri lawan.

“Kemenangan itu bukan jatuh dari langit. Bukan juga lahir tanpa rahim. Tapi dia buah perjuangan dan kerja tuntas. Kalau 10 tahun ini Golkar melalui Bupati Christiany Eugenia Paruntu sudah banyak memberi diri bagi kemajuan Minsel. Maka tentu kemaslahatan ini harus juga dilanjutkan. Oleh karena itu MEP harga mati untuk kemenangan pilkada Minsel, ” ungkap Mandey kemarin.

Sementara itu pengamat politik Unsrat Dr Ferry Liando membedah ada tiga parameter bagimana mengukur pemetaan kekuatan kandidat.

Dia membedah parameter yang bisa digunakan untuk menilai kekuatan calon dapat diukur dari sejumlah variabel.

“Jika parpolnya kuat maka bisa jadi mesin politik yang efektif. Jika parpolnya tidak solid, maka akan sangat membahayakan calon yg diusung parpol itu,” ungkap Liando.

Kedua, siapa berpasangan dengan siapa. Elektabilitas pasangan calon tidak bisa diukur hanya dari calon kepala daerahnya.
Popularitas calon wakil kepala daerah juga sangat berpengaruh. Banyak fakta yang terjadi, berdasarkan hasil survey, popularitas calon sangat tinggi.

“Namun setelah Pilkada, ternyata pasangan itu tidak banyak dipilih. Hal itu bisa jadi karena pemilih tidak tertarik dengan pasangannya.

Elektabilitas pasangan calon akan kuat apabila terjadi kombinasi latar belakang. Misalnya kombinasi antar etnik daerah yang berbeda, kombinasi kelompok keagamaan atau kombinasi wilayah pemerintahan,” ulas dosen yang aktif meneliti demokrasi dan kepemiluan itu.


(Sten)**

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini