Yongki Limen : Pemkot Manado Buta Hati



MANADO - Persoalan banjir dikota Manado tak kunjung terselesaikan, bahkan dibawah kepemimpinan Walikota Manado GSV Lumentut yang sudah memasuki dua periode tak mampu menyelesaikannya.

Beberapa waktu lalu, Kota Manado kembali dilanda banjir dibeberapa kelurahan yang menjadi daerah langganan banjir seperti Tuminting, Sario, Taas, Banjer, Tumumpa, Paal 2, Dendengan Luar, Ternate Tanjung, Ternate Baru, dan Ketang Baru.

Selain itu, longsor terjadi dibeberapa kelurahan dikota Manado, yaitu di Kelurahan Pakowa, Dendengan Dalam, Bumi Nyiur, Kampung Islam, dan Paal 4.
Akibat bencana tersebut, lima orang meninggal dunia. Adapun longsor yang terjadi di Paal 4 pada Kamis, 15 Desember, pukul 23.00 Wita, menimbun dua warga, yaitu seorang bapak dan anaknya. 

Anggota DPRD Sulut Yongki Limen daerah pemilihan Manado menyesalkan ketidak sigapan dan kemampuan dari pemerintah kota Manado yang terkesan membiarkan daerah-daerah rawan banjir tersebut.

"Kasihan warga, kejadian seperti ini telah berulang dari tahun ke tahun tapi tak pernah ada tindakan solusi dari pemkot Manado. Bukan main buta hatinya pemerintah Manado. Jangan menganak tirikan daerah ini, karena mereka juga adalah warga Manado," tegas Limen.

Menurut Limen, daerah rawan banjir tersebut secara tidak langsung telah dikumuhkan karena persoalan ini tidak ada sikap realistis dari pemerintah untuk menyelesaikannya.

"Terakhir saat memantau langsung para korban banjir yang ada di Kampung Tubir, Kecamatan Paal II, Lingkungan II. Keterangan Kepala Lingkungag II, Marlon Sumaranda, kurang lebih 35 rumah yang ada di Kampung Tubir semuanya terendam banjir. Dari 35 rumah tersebut kurang lebih ada 350 jiwa atau 175 Kepala Keluarga dengan ketinggian air saat ini satu meter,"  tandasnya.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini