Makna Penyaliban Yesus Bagi Wakil Ketua DPRD Sulut




MANADO - Penyaliban Yesus lebih dari 2000 tahun lampau, memiliki makna yang esensi bagi kehidupan Kristen. Peristiwa penyaliban Tuhan Yesus sudah berlalu, namun makna peristiwa tersebut tidak pernah lenyap dari hidup orang Kristen sampai saat ini.

Bagi Ketua Ketua Pembina Gerindra Sulut, Wenny Lumentut, Peristiwa penyaliban Tuhan Yesus memiliki makna yang sangat strategis dan sentral.

"Penyaliban Yesus mengajarkan kita rendah hati. Yesus adalah teladan utama bagi kita dalam hal kerendahan hati. Rasul Paulus memaparkan tentang Yesus yang rendah hati seperti yang tertulis dalam Filipi 2:5-8," kata Wenny Lumentut yang juga jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus- Paroki Karombasan.

Menurut Wenny Lumentut, Yesus tidak dipaksa untuk memikul salib kecuali untuk menunjukkan dan mebuktikan ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya. Yesus dengan rendah hati menyerahkan diri-Nya secara total kepada kehendak Bapa-Nya. Dalam doa-Nya di taman Getsemani.

"Kerendahan hati, kita menyerahkan secara total hidup kita dalam rencana dan kehendak Allah. kita belajar untuk berseru memohon kekuatan-Nya, satu-satunya yang mampu membuat kita berdiri tegak di bawah tekanan dan penderitaan hidup,"jelas Wenny Lumentut yang juga Wakil Ketua DPRD Sulut ini.

Selain itu, menurut Wenny, Penyaliban Yesus memberi pengharapan kepada kita. Dalam pengharapan kepada penggenapan janji itulah, kita bertekun dan kita percaya bahwa Allah akan sungguh-sungguh memberikan kepada kita pertolongan yang sudah dijanjikan-Nya setiap kali hal itu kita butuhkan.

"Penyaliban Yesus mengajarkan ketaatan kepada kita. Melalui penyaliban Yesus kita dididik untuk taat, karena dengan cara demikianlah kita diajar untuk mengikuti keinginan Allah dan bukan keinginan kita sendiri,"tandas Wenny Lumentut yang juga sedang dipersiapkan sebagai ketua DPD Gerindra Sulut.(Redaksi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini