Kritikan DPRD Sulut Terbukti, Polda Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Renovasi Hall B Koni



MANADO - Kritikan Pansus LKPJ DPRD Sulut terkait renovasi gedung Hall B Koni Sario, Manado yang terlihat asal jadi dan tidak sesuai dengan anggaran Rp3,5 Miliar pada beberapa tahun silam terbukti.

Pasalnya, Kamis (18/10/2018) Polda Sulut menahan 3 tersangka yang salah satunya adalah Ketua Partai PKB Sulut,Gretty Tielman, diduga telah merugikan negara Rp1 Miliar.

Ditahun 2016 lalu, guna mendongkrak prestasi Olah Raga Sulut Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) kucurkan anggaran sedikitnya Rp3,5 Miliar diperuntukan renovasi gedung Hall B Koni Sario Manado.

Namun pada kenyataannya pengerjaan gedung tersebut sangat memperihatinkan.

Dikala itu para anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur tahun anggaran 2016, memberikan perhatian khusus.

Anggota Pansus Kristovorus Deky Palinggi (KDP) menrasa ngeri saat melihat keadaan gedung saat ini jika melihat anggaran yang telah dikeluarkan oleh Kemenpora.

"Masa dengan anggaran Rp3,5 Miliar hasilkan gedung berhantu seperti itu, seng tak diganti hanya dicat ulang biar kelihatan baru dan hanya diperindah bagian atasnya saja, sungguh memiriskan jika seperti ini, jangan sampai olah raga kita dijadikan lahan penghasilan," kata KDP yang juga wakil ketua Komisi I DPRD Sulut.

Bahkan Ketua Pansus LKPJ Ferdinand Mewengkang menilai dengan jumlah anggaran fantastis seperti itu tak mampu hasilkan gedung yang layak bahkan jauh dari ekspektasi.

"Anggaran Rp3,5 Miliar tapi hasilnya seperti itu, sangat memperihatinkan,"tegas Mewengkang.

Pembenaran disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sulut yang saat itu dijabat Yanny Lukas.

"Koordinasi dengan Kemenpora, itu dana dari Kemenpora dan memang pelaksanaan ada kekurangan, karena itu kami meminta untuk di audit untuk diperbaiki," kata Lukas.

Demikian pula halnya dengan pernyataan dari Sekertaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen yang mengharapkan adanýa perencanaan baru dengan gedung tersebut.

"Sejak saya kecil saya lihat seperti itu, sampai saya jadi Sekprov bahkan dekati pensiun gedung masih begitu-begitu saja, perlu ada inovasi."tandasnya.(Obe)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini