DPRD Sulut Bersama Forward Gelar Aksi Gerakan Moral Pemilu Damai




MANADO - Mensukseskan Pemilu aman dan damai, Forum Wartawan DPRD Sulut (FORWARD) dan Tumbelaka Academic Centre (TAC) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan aksi gerakan moral jurnalis yang bertemakan #SepakatIndonesiaDamai, Jumat (12/4/2019).


Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw menyatakan dukungannya penuh pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Dirinya mengatakan, pemilu ini menentukan masa depan nasib bangsa ini.


“Pemilu ini mahal tapi tujuannya baik. Jangan sampai, justru pemilu ini memecah bela kita dan jangan sampai pemilu ini menghilangkan silahturahmi diantara masyarakat,” kata Angouw.







Diterangkan Angouw, bahwa anggaran pemilu tahun ini adalah 25,590 Triliun. Oleh karena itu, harus dipergunakan dengan baik dan bertanggung jawab.


“Saya harap masyarakat kendalikan emosi, berpikir dewasa, jangan sampai ongkosnya besar hanya untuk memecahkan kita,” terangnya.




Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Steven Liow dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada FORWARD dan TAC yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan ini.


“Kita ketahui bersama bahwa, tidak lama lagi, tepatnya tanggal 17 April 2019, di negara kita akan digelar Pilpres dan Pileg, baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang tujuannya tidak lain adalah untuk mencari sosok wakil rakyat yang benar-benar mampu menerima dan menyuarakan aspirasi masyarakat, dan untuk mencari pemimpin negara yang bersih, merakyat, memiliki kredibilitas, kapasitas dan integritas yang tinggi, serta mampu membawa perubahan terhadap pembanganun di negara Indonesia,” terang Gubernur Olly yang diwakili oleh Kasat Pol PP Steven Liow.


Melalui kegiatan ini, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara juga para jurnalis untuk memperkokoh tekad dan komitmen untuk menjaga kondusifitas keamanan, dan mempertahankan kondisi saling melengkapi, serta kondisi saling membina kerukunan dan kedamaian antar sesama, ditengah kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita terus bersinergi, bersatu padu, mengawal dan mensukseskan agenda demokrasi 2019, termasuk berperan aktif mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelaku aktif. Sehingga nantinya, seluruh masyarakat wajib pilih dapat memberikan hak pilihnya, dan penyelenggaraan pemilu tahun 2019 di provinsi Sulawesi Utara berjalan dengan aman, tertib, damai dan sukses,” pungkas Gubernur.





Selain itu, penggagas kegiatan #SepakatIndonesiaDamai yang juga adalah Direktur Tumbelaka Academic Centre Taufik Tumbelaka mengungkapkan, kegiatan serupa sudah pernah dilakukan pada lima tahun yang lalu bertempat dikantor Gubernur.


“Sepakat Indonesia Damai sudah pernah dibuat lima tahun yang lalu, bertempat dikantor Gubernur dan kita ulangi lagi. Bahwa, silahkan 01 silahkan 02, tapi kita musti sepakat Indonesia damai. Maksudnya, pesta demokrasi adalah untuk pembangunan. Tapi, bagaimana membangun kalau kita tidak dalam kondisi damai,” ungkapnya.


Di akhir kegiatan, dilaksanakan penandatanganan pada spanduk putih sebagai simbol kesepakatan pemilu damai oleh Gubernur Sulut yang diwakili Kasat Pol PP Steven Liow dan Ketua DPRD Sulut Andrei Angow, diikuti seluruh jurnalis juga tamu undangan lainnya.


Selanjutnya, dilanjutkan dengan road show dari kantor DPRD Sulut menuju kantor Gubernur, beralih ke pusat perbelanjaan Manado Town Square (Mantos), Mega Mall, Taman Kesatuan Bangsa (TKB), dan Finish di kantor KPU Sulut dengan pengawalan dari pihak Kepolisian. (Adv)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini