Bupati Tetty Paruntu Lounching Pemberdayaan Masyarakat Sentuh Tanah Bersama Investor

Bupati Tetty Paruntu Saat Menyampaikan Sambutan

MINSEL - Bertempat di gedung Gelangang Olah Raga (GOR) Desa Teep Trans Kecamatan Amurang Barat, dinas Partanian kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melaksanakan kegiatan Lounching pemberdayaan masyarakat sentuh tanah.

Kegiatan yang dilaksanakan ini dalam rangka peningkatan produksi jagung,untuk kesejahteraan petani serta untuk memenuhi kebutuhan industri sukses, terkait hal tersebut Bupati Tetty Paruntu mendatangkan investor untuk membangun bidang pertanian Minsel,Selasa (12/11/2019)

CEO Kenos Group, Ir. Jimy Tampi M.Th sebagai Investor yang tertarik membangun pertanian yang ada dikabupaten Minsel, untuk kesejahteraan para petani.

"Saat ini kurang lebih 2 triliun rupiah keluar dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hanya untuk membeli gula sehingga telah menyampaikan kepada Gubernur agar bisa membangun pabrik gula di Sulut. Saya mendapatkan 20.000 hektar untuk dikelola bersama petani agar ditanami jagung dan tebu. Untuk tebu akan di upayakan pada tahun 2021, saat ini kebutuhan gula adalah mencapai 38.500 s.d 40.000 ton, "paparnya.

Lanjutnya, "Kami menawarkan untuk menanam jagung dan untuk hasil panen bisa memasok pada kebutuhan PT Java Convict karena saat ini perusahaan membutuhkan bahan baku jagung dalam jumlah besar. Saya sangat senang karena Bupati sangat responsif terkait hal tersebut dan wilayah Minsel bisa menanam jagung dengan areal tanam sampai 80.000 hektar," Ucap Tampi.

Dalam sambutan kegiatan sentuh tanah Bupati Minsel, Chistiani E. Paruntu, SE menyampaikan, "Hari ini adalah launching pemberdayaan masyarakat sentuh tanah untuk mengola tanah Minsel yang subur dan telah mengundang investor dalam membantu petani untuk membangun Minsel. Di tahun 2018 capaian luas tanam komoditi jagung di Kab. Minsel mencapai 64.692 hektar dengan luas panen mencapai 54.911 hektar dan produksi mencapai 277.446 ton, "jelasnya. 

Lanjutnya, "Berharap kedepannya agar dapat meningkatkan PAD di bidang Pertanian khususnya pada komoditas Jagung yang sebelumnya mencapai 5 miliar rupiah. Kepada investor agar dapat menindaklanjuti dalam pengembangan bidang pertanian khusus komoditi jagung dan pengembangan koperasi simpan pinjam petani. Kami berharap bisa dibangun koperasi yang bekerja sama dengan BUMD untuk menopang petani agar bisa mendapatkan kualitas jagung sesuai dengan permintaan investor," tukasnya.

"Untuk skala lebih besar bisa kita libatkan BUMD karena saat ini di Kab. Minsel ada ribuan petani, terkait tanam jagung serentak pada 80.000 hektar telah dimulai sejak 2 tahun yang lalu untuk saat ini yang menjadi pilot project adalah Kec. Amurang Barat, Kec. Tenga, Kec. Tatapaan dengan modal 1 juta rupiah per petani, "pungkas Paruntu. 

(Sten)*

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini