Iklan

Bencana Bitung Akibat Kelalaian Perencanaan Infrastruktur, Pemkot Terima 266 Miliar

February 22, 2017, 11:07 WIB Last Updated 2017-02-22T03:07:22Z



MANADO - Bencana banjir yang terjadi di kota Bitung Sulawesi Utara menjadi suatu pembelajaran bagi pemerintah kota dengan meninjau kembali perencanaan infrastruktur bukannya menjadikan warga sebagai kambing hitam karena membuang sampah sembarangan. Personil DPRD Sulut Denny Sumolang yang berasal dari daerah pemilihan Minahasa Utara - Bitung menegaskan ini.

Menurut Sumolang, propaganda menyudutkan warga akan makin mempersulit keadaan karena warga kini sudah berada dalamnsituasi memperihatinkan.

"Jangankan membuang sampah sembarangan, mau makan saja susah ini akibat pembangunan jalan yang tak terenacana sejak awal tanpa dibarengi dengan sistim drainase yang baik," tegasnya.

Lanjut Sumolang yang perlu diwaspadai adalah menjaga kemungkinan penyalahgunaan bantuan bencana pemerintah pusat senilai Rp 266 Miliar yang dikhawatirkan rentan penyelewengan.

"Bantuan pusat tersebut jangan sampai terjadi penyalahgunaan dan tidak sampai pada tujuan anggaran, lebih baik penggunaannya lebih dititik beratkan kepada korban bencana bukan pada proyek pemulihan fisik," tegasnya.

Yang dikhawatirkan Sumolang, disaat anggaran tersebut lebih banyak ditujukan untuk proyek fisik akan diuntungkan para kontraktor alhasil warga korban bencana gigit jari.

"Jangan sampai situasi bencana ini jadi modus anggaran, karena ada bencana kucuran anggaran besar sehingga proyek fisik besar dan untungkan kontraktor," tandasnya.(Obe)

Baca Juga

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bencana Bitung Akibat Kelalaian Perencanaan Infrastruktur, Pemkot Terima 266 Miliar

Terkini

Iklan