Waspadai Virus Corona, Dinkes-Dispar "Lapor" Ke Komisi IV DPRD Sulut



MANADO - Waspada penyebaran Virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan Cina, Komisi 4 DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut dan Dinas Pariwisata (Dispar) Selasa Sulut ( 28/1-2020).

Kepala Dinkes Dr.Debby Kalalo melaporkan upaya yang sudah dilakukan pihaknya, yaitu :

1. Membuat edaran kewaspadaan kepada dinkes kepada dinkes 15 Kabupaten/kota dan Rumah Sakit yang ada sejak 18 januari.

2.Meminta agar pihak-pihak tersebut segera laporkan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

3.Bersama Instansi terkait melakukan pemantauan ke bandara.

4.Kartu kewaspdaan kepada pelaku perjalanan.

5.Sosialisasi cara pencegehan terhadap Virus Corona,jangan panik tetap waspada bila mengalami gejala demam,batuk untuk dilaporkan segera.

Dikatakan Dr.Deby, Sampai saat ini, badan kesehatan dunia belum menyatakan bahwa virus corona emergency.

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sulut Henry Kaitjily laporkan langkah-langkah telah dilakukan sejalan dengan tindakan pemerintah pusat, yaitu :

1. Terhitung 20 Januari 2020, Melarang semua maskapai terbang ke Wuhan,Cina.

2. Tanggal 20 Januari, Kementrian Luar Negeri mengeluarkan travel Advice untuk warga yang bepergian ke Cina via aplikasi safe travel.

3. Tanggal 25 Januari, Kementrian kesehatan/Otban/Angkasa Pura memastikan 135 bandara telah dipasang alat Thermal Scanner (Pendeteksi Suhu Tubuh).

Anggota komisi IV Melky Pangemanan mengatakan, yang menjadi persoalan saat ini terkait merebaknya kasus Virus Corona  pemerintah  lebih banyak menunggu sikap proaktif dari Negara asal sumber virus tersebut

“Kita juga perlu mendorong  karena ini bukan lagi persoalan menakut-nakuti masyarakat, bukan persoalan terjangkit atau tidak, positif atau negative tapi ini sudah menjadi persoalan kemanusiaan yang saat ini menjadi ketakutan di masyarakat. Kita tidak anti dengan investasi, anti kemajuan khususnya di Propinsi Sulawesi Utara tapi paling tidak ada tindakan juga dari pemerintah untuk memberikan suatu pernyataan sikap dan juga ada tindakan kongkrit sesuai SOP ,” tandas MJP

Ditambahkannya tidak ada persoalan yang terlalu krusial, karena bukan hanya di daerah Sulawesi Utara yang resah tapi di daerah lain-pun seperti Bali juga pasti resah karena mereka memiliki penerbangan regular dari Cina .

“Kita mendorong apalagi komisi 4 DPRD Sulut ingin merespon apa yang menjadi keprihatinan maupun keresahan masyarakat, “ ujar Politisi PSI ini.

Disisi lain anggota Komisi 4 lainnya  Dr.Richard Sualang  justru mengapresiasi langkah pemerintah Propinsi yang menurutnya telah melakukan upaya maksimal dalam mengantisipasi masuknya virus mematikan tersebut ke Sulut.

“Apa yang sudah dilakukan pemerintah Propinsi Sulawesi Utara sudah maksimal, kalaupun kita mendorong mereka melakukan sesuatu, kita harus kembali lagi ke sistim pemerintahan bahwa wakil pemerintah pusat ini adalah pemerintah propinsi. Jangan sampai kita (DPRD) mendorong pemerintah propinsi membuat kebijakan yang tidak sinkron dengan pemerintah pusat, bahaya. Saya kira apa yang dilakukan pemerintah propinsi dengan melakukan tindakan antisipasi  saat ini sudah maksimal , “ tegasnya.(Obe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini