SULUT - Tindakan kekerasan penganiayaan terhadap Penatua (Pnt) Tommy Wagiu pelayan jemaat di GMIM Tasik Tiberias Sindulang Dua hingga menyebabkan kematian yang terjadi pada Kamis (10/11/2026) sekitar pukul 17.00 WITA di ruas Jalan Boulevard II (depan RM Dabu-Dabu Lemong), Kelurahan Sindulang, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, jadi perhatian khusus Panji Yosua.
Karena Panji Yosua adalah organ pelayanan khusus kaum pria/bapa di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang dibentuk untuk mendinamisasi pelayanan dan memperkuat peran aktif bapa dalam jemaat dan masyarakat, mengambil sikap tegas atas peristiwa piluh tersebut.
Panglima Panji Yosua, James Sumendap
menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas peristiwa meninggalnya Pnt. Tommy Wagiu, yang berdasarkan informasi yang beredar luas diduga menjadi korban tindakan kekerasan.
"Kita kehilangan seorang saudara dan seorang Pelayan Khusus. Karena itu, kita semua tentu merasa prihatin, sedih dan terluka,"lugasnya, Minggu (13/11/2026).
Simendap menegaskan kepada seluruh jajaran Panji Yosua GMIM disemua aras agar jangan terpancing dan bertindak sendiri apalagi main hakim serta tetap pada satu komando.
"Kita hadir untuk menjaga dan melindungi, bukan untuk melakukan kekerasan,membawa semangat pelayanan, bukan kebencian demi menjaga wibawa GMIM, bukan memperkeruh keadaan,"lugasnya.
Namun dikatakan James Sumendap, Panji Yosua tidak akan diam dengan peristiwa yang menyebabkan kematian salah satu anggota gereja GMIM
"Kita menghormati aparat penegak hukum,menghormati proses penyelidikan dan penyidikan dan menghormati asas praduga tak bersalah. Tetapi penghormatan terhadap proses hukum tidak berarti kita diam terhadap sebuah peristiwa kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia,"tegas Sumendap.
Pria fenomenal ini, Panji Yosua akan mengawal penanganan kasus tersebut.
"Saya ingin memberikan garis yang sangat jelas, Panji Yosua tidak akan mengambil alih tugas aparat penegak hukum. Panji Yosua tidak akan menjadi hakim jalanan. Panji Yosua tidak akan melakukan tindakan anarkis,"tulasnya.
James Sumendap pun meyakinkan kepada keluarga korban bahwa Panji Yosua akan tetap mendampingi mereka.
"Kepada keluarga Almarhum Pnt Tommy Wagiu, Saya ingin menyampaikan, Keluarga tidak sendiri. Panji Yosua P/KB GMIM turut merasakan dukacita yang mendalam.Kami mendoakan agar Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan, penghiburan dan keteguhan kepada keluarga. Kami percaya bahwa Tuhan melihat setiap air mata dan mengetahui setiap kebenaran.Karena itu, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan.
Serahkan pembalasan kepada Tuhan dan percayakan proses keadilan kepada hukum. Tuhan Yesus Kristus menyertai keluarga yang berduka, memberikan kekuatan kepada seluruh warga GMIM, dan memberikan hikmat kepada aparat penegak hukum dalam mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan,"tandasnya.(Obe)


